Skip ke Konten

Indonesia Hadir di World Fashion Exhibition Times Square 2026

7 Oktober 2026 oleh
Dewan serat indonesia

New York, 2026 — Indonesia kembali menunjukkan kekayaan industri fashion, tekstil, dan budaya di panggung internasional melalui World Fashion Exhibition Times Square 2026 di New York. Kehadiran sejumlah desainer dan brand Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kreativitas, kekayaan wastra, serta potensi serat alam Indonesia kepada masyarakat global.

World Fashion Exhibition menjadi ruang pertemuan bagi desainer, brand, dan pelaku fashion dari berbagai negara untuk memperkenalkan karya sekaligus membangun kolaborasi lintas budaya. Dalam ajang ini, Indonesia hadir dengan beragam karakter desain yang menggabungkan warisan budaya, inovasi, keberlanjutan, dan perkembangan fashion kontemporer.

Mengangkat Kekayaan Wastra dan Serat Alam Indonesia

Salah satu sosok yang merepresentasikan nilai tersebut adalah Corrie Kastubi, desainer yang telah berkarya sejak 1979 dan dikenal melalui pendekatan “Heritage to Now”. Karyanya mengolah berbagai wastra Indonesia seperti Batik, Songket, dan Tenun menjadi busana kontemporer, dengan perhatian terhadap keberlanjutan dan konsep zero-waste design.

Komitmen terhadap keberlanjutan juga terlihat melalui pengembangan Sustainable Fashion Map, yang mengangkat penggunaan serat alam dan pewarna alam dari berbagai wilayah Indonesia. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kekayaan sumber daya alam dan pengetahuan tradisional Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari industri fashion berkelanjutan.

Keragaman Fashion Indonesia di Panggung Global

Selain Corrie Kastubi, World Fashion Exhibition 2026 turut menghadirkan berbagai representasi fashion Indonesia dengan karakter yang beragam.

Ning Zulkarnain membawa perspektif modest fashion Indonesia melalui desain yang memadukan nilai budaya dengan estetika kontemporer. Kehadirannya menunjukkan bagaimana fashion modest Indonesia dapat berkembang dan berkomunikasi dengan audiens internasional.

Sementara itu, Batik Komar menghadirkan kekayaan tradisi batik Cirebon yang dipadukan dengan eksplorasi desain modern. Dengan latar belakang tradisi batik Trusmi, Batik Komar terus mengembangkan motif, teknik, dan pendekatan baru tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi identitasnya.

Kehadiran KaIND juga menjadi representasi menarik dari perkembangan tekstil berbasis serat alam Indonesia. KaIND mengembangkan kain tenun menggunakan material seperti ramie, eri silk, pineapple fibre, dan cotton lokal, kemudian mengolahnya menjadi material fashion dengan pendekatan kontemporer.

Tidak hanya mengangkat material dan warisan tekstil, BIGBOYLOOKSGOOD membawa perspektif inclusive menswear. Brand yang didirikan oleh Denny Nugraha ini mengembangkan fashion pria dengan pilihan ukuran yang lebih luas, sekaligus memadukan desain kontemporer, motif, kerajinan, serta kolaborasi dengan pengrajin lokal.

Memperkuat Posisi Indonesia dalam Fashion Berkelanjutan

Keberagaman yang ditampilkan dalam World Fashion Exhibition Times Square 2026 memperlihatkan bahwa kekuatan fashion Indonesia tidak hanya terletak pada desain, tetapi juga pada material, budaya, keterampilan pengrajin, inovasi, dan keberlanjutan.

Serat alam, tenun, batik, pewarna alam, serta berbagai pengetahuan tradisional merupakan bagian penting dari ekosistem tekstil Indonesia. Pengembangan dan pemanfaatannya secara berkelanjutan dapat membuka peluang baru bagi industri fashion sekaligus mendukung keberlangsungan komunitas dan pengrajin lokal.

Dalam konteks tersebut, kehadiran Indonesia di panggung internasional menjadi momentum untuk memperluas apresiasi terhadap kekayaan tekstil Indonesia dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di tingkat global.

Kolaborasi untuk Masa Depan Industri Tekstil Indonesia

World Fashion Exhibition 2026 juga menghadirkan Ibu Euis Saedah sebagai Goodwill Ambassador. Dengan pengalaman panjang dalam pengembangan industri kecil dan menengah, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan industri kreatif Indonesia, kehadirannya memperkuat semangat kolaborasi dan pembangunan industri yang berkelanjutan.

Bagi Dewan Serat Indonesia, momentum seperti World Fashion Exhibition menjadi pengingat bahwa pengembangan serat dan tekstil Indonesia perlu berjalan beriringan dengan inovasi, pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, serta akses menuju pasar internasional.

Dari serat alam hingga wastra tradisional, dari pengrajin hingga desainer, seluruh ekosistem memiliki peran dalam membangun masa depan industri tekstil Indonesia yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing.

Indonesia to the world — through fiber, textile, fashion, culture, and innovation.

KaIND Hadir di Indo Intertex 2025, Perkuat Komitmen terhadap Sustainable Textile dan Handwoven Craftsmanship