DSI dan Kementerian Perindustrian Dorong Pengembangan Serat Alam Lokal
Yogyakarta — Dewan Serat Indonesia (DSI) terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian dalam mendorong pengembangan dan pemanfaatan serat alam lokal sebagai salah satu bahan baku potensial bagi industri nasional.
Kolaborasi tersebut turut melibatkan unit pelaksana teknis Kementerian Perindustrian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), termasuk Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta, melalui berbagai kegiatan pameran, penelitian dan pengembangan (litbang), promosi industri, serta edukasi mengenai potensi serat alam Indonesia.
Mendorong Inovasi dan Pemanfaatan Serat Alam
Dalam berbagai kegiatan, DSI bersama Kementerian Perindustrian turut mendukung pengenalan inovasi dan teknologi yang berkaitan dengan industri tekstil, kerajinan, dan batik.
Pengembangan serat alam menjadi salah satu fokus penting dalam kolaborasi tersebut. Berbagai jenis serat alam lokal, seperti kapas, rami, sutera, serat gedog, hingga serat dari pelepah tanaman, memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku industri yang bernilai tambah.
Pemanfaatan bahan baku lokal juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor sekaligus membuka peluang pengembangan industri berbasis sumber daya dalam negeri.
Penguatan Edukasi dan Rantai Pasok
Selain kegiatan pameran dan promosi, kolaborasi juga dilakukan melalui kegiatan edukasi, penyuluhan, webinar, serta Focus Group Discussion (FGD) yang membahas pengetahuan dan pengembangan serat alam.
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga masyarakat dan pelaku IKM.
Melalui sinergi antara DSI dan Kementerian Perindustrian, pengembangan serat alam diharapkan tidak berhenti pada tahap produksi bahan baku, tetapi dapat membangun rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
DSI berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dan mendorong inovasi dalam pemanfaatan serat alam Indonesia guna mendukung pertumbuhan industri yang berdaya saing, bernilai tambah, dan berkelanjutan.